Polres Halmahera Timur Gelar Deklarasi Damai, Perkuat Toleransi dan Cegah Konflik Sosial

Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif, Polres Halmahera Timur bersama Pemerintah Kecamatan Maba, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta Karang Taruna melaksanakan kegiatan Deklarasi Damai, Jumat (03/04/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Resto Sudut Hati, Desa Sailal, Kecamatan Maba ini dihadiri oleh Wakapolres Haltim Kompol Ayub Patty, Kapolsek Maba AKP Fegi Hendra Laramunde, KBO Intelkam Polres Haltim Ipda Toha Gojali, Camat Maba Yohanis Tahalele, anggota DPRD Halmahera Timur Kroston Batawi, perwakilan FKUB, para kepala desa, tokoh agama, tokoh adat, Karang Taruna, serta masyarakat Kecamatan Maba, merupakan langkah strategis dalam meredam potensi konflik sosial yang dipicu oleh berkembangnya isu di wilayah Patani yang dikaitkan dengan masyarakat Halmahera Timur.

Dalam kegiatan tersebut, seluruh elemen yang hadir sepakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu kebenarannya, baik yang beredar di media sosial maupun dari mulut ke mulut. Masyarakat juga diimbau untuk menyerahkan sepenuhnya penanganan setiap permasalahan kepada pihak Kepolisian guna menghindari terjadinya konflik horizontal.

Wakapolres Halmahera Timur, Kompol Ayub Patty, dalam penyampaiannya mengapresiasi kehadiran seluruh elemen masyarakat sebagai bentuk kepedulian bersama dalam menjaga stabilitas keamanan. Ia menegaskan bahwa komunikasi dan silaturahmi menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya perpecahan di tengah masyarakat.

Lebih lanjut, Wakapolres juga menyoroti dinamika sosial ke depan, khususnya dengan adanya aktivitas perusahaan tambang di wilayah Halmahera Timur yang berpotensi menimbulkan berbagai tantangan baru di tengah masyarakat.

Ia mengajak seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan pemuda untuk terus berperan aktif dalam menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif, serta menghindari segala bentuk tindakan yang dapat memecah belah persatuan.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk tidak melakukan tindakan seperti sweeping, pergerakan massa, maupun aksi balasan yang dapat memperkeruh situasi. Peran tokoh agama dan tokoh masyarakat dinilai sangat penting dalam memberikan pemahaman kepada warga agar tetap menjaga kerukunan dan toleransi.

Deklarasi damai yang dilaksanakan menjadi simbol komitmen bersama seluruh pihak untuk menolak segala bentuk kekerasan serta menjaga persatuan dan kesatuan di
wilayah Halmahera Timur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *